“ …Tak ada seorang pun yang menginginkan berpisah dengan orang yang dikasihi, Har, kecuali keadaan yang memaksanya berbuat demikian. Orang-orang seperti itu adalah mereka yang kalah dalam situasi tertentu. Konsekuensi terhadap pilihan, dan hal ini juga berlaku baginya, mereka… “
Hal itu yang selalu dikatakan ibu. Aku tahu, betapa berat ia mengucapkannya hingga harus sembunyi-sembunyi menitikkan airmata. Beberapa detik, ujung lengan baju menyeka cepat. Lantas wanita itu seolah berubah kembali menjadi beton sangga. Tatapan dingin yang dikuat-kuatkan. Sementara aku hanya diam. Memandangi sambil melepas semangat dan berangsur tipis.
Ibu akan bergegas ke dapur. Berpura-pura menawarkan susu coklat. Pergi secepat kedipan mata dan memutar kran wastafel dengan keras, saat itulah ia akan menangis disana diam-diam. Aku sendiri masih